Post Page Advertisement [Top]

ArtikelHeader

Menjadikan Organisasi sebagai Mihrab Cinta dan Ibadah by Dr.Dewi Umronih Yusuf.S.Pd.I,M.Pd

Oleh: Dr. Dewi Umronih S

Dalam keriuhan dunia modern, organisasi seringkali hanya dipandang sebagai mesin pencapai target, kumpulan struktur formal, atau sekadar wadah aktualisasi diri secara profesional. Namun, bagi kita yang meyakini bahwa setiap langkah adalah pengabdian, organisasi sejatinya harus bertransformasi menjadi sebuah "Mihrab". Secara harfiah, mihrab adalah tempat imam memimpin salat, sebuah ceruk suci di dalam masjid yang menjadi titik pusat penghambaan. Jika kita menarik filosofi ini ke dalam kehidupan berorganisasi, maka setiap program kerja, rapat, hingga koordinasi sosial harus diletakkan dalam bingkai ibadah kepada Allah SWT.


Organisasi sebagai Manifestasi Cinta

Mengapa cinta? Karena tanpa cinta, organisasi hanya akan menjadi beban yang melelahkan. Cinta dalam organisasi adalah mahabbah fillah—mencintai sesama anggota karena Allah. Ketika cinta menjadi fondasi, maka gesekan antarpersonal tidak akan berujung pada perpecahan, melainkan  menjadi dinamika yang mendewasakan. Di sini, organisasi menjadi tempat kita menebar kasih sayang melalui pemberdayaan umat, santunan, dan dakwah yang merangkul.

Organisasi sebagai Mihrab Ibadah

Setiap detik yang kita habiskan untuk memikirkan kemaslahatan orang banyak melalui jalur organisasi adalah sujud dalam bentuk yang lain.   sering menekankan bahwa "khidmah" (pelayanan) kepada organisasikhususnya yang bergerak di jalur keumatanadalah jembatan menuju ridha-Nya. Ketika kita menyusun program pendidikan atau kesejahteraan, niat yang terpatri bukan lagi soal pujian manusia, melainkan bagaimana menjadikan organisasi ini sebagai saksi di akhirat kelak bahwa kita pernah berjuang membela agama-Nya.


Menjaga Niat, Menata Hati

Menjadikan organisasi sebagai mihrab menuntut kita untuk selalu menjaga kesucian niat. Jangan sampai mihrab yang suci ini dicemari oleh syahwat kekuasaan atau ego pribadi. Layaknya orang yang masuk ke dalam mihrab untuk bersalat, kita harus menanggalkan alas kaki kesombongan kita sebelum memasuki ruang rapat.Marilah kita jadikan organisasi kitaapapun bentuknya—sebagai taman surga di dunia. Sebuah tempat di mana kerja keras berpadu dengan doa, dan di mana setiap pencapaian adalah sujud syukur yang panjang. Semoga setiap peluh kita dalam berorganisasi dicatat sebagai amal jariyah yang tak terputus.

Bottom Ad [Post Page]