WAWANCARA DISERTASI NO BOX LEADERSHIP MODEL
1. Mengapa Saudara menciptakan istilah "No Box Leadership", padahal sudah ada teori Transformational Leadership, Agile Leadership, dan Adaptive Leadership?
Jawaban
Terima kasih Prof.
Benar bahwa teori kepemimpinan seperti Transformational Leadership, Agile Leadership, maupun Adaptive Leadership telah memberikan kontribusi besar terhadap ilmu manajemen. Namun ketiga teori tersebut masih berangkat dari paradigma yang sama, yaitu mengoptimalkan sistem yang sudah ada.
Sedangkan No Box Leadership bukan sekadar berpikir outside the box, tetapi menghilangkan keberadaan box itu sendiri.
Artinya pemimpin tidak lagi dibatasi struktur lama, melainkan menciptakan paradigma baru berdasarkan:
- Wisdom
- Intelligence
- Creativity
- Spirituality (WICS)
Inilah novelty penelitian saya.
2. Apa kebaruan (novelty) penelitian Saudara?
Jawaban
Ada tiga novelty utama.
Pertama,
menghasilkan konstruk baru No Box Leadership yang sebelumnya belum diuji secara empiris pada PTS.
Kedua,
mengembangkan dimensi WICS menjadi instrumen yang valid dan reliabel.
Ketiga,
menghasilkan model implementasi kepemimpinan yang kontekstual bagi PTS Indonesia, bukan mengadopsi model Barat secara utuh.
3. Mengapa hanya memilih UNPAM, UMJ dan PTIQ?
Jawaban
Ketiga PTS tersebut dipilih secara purposive karena memiliki karakteristik yang relatif homogen.
- jumlah mahasiswa besar
- biaya kuliah terjangkau
- akreditasi baik
- memiliki karakter kepemimpinan yang kuat
- sama-sama berkembang di Tangerang Selatan
Dengan demikian perbedaan yang muncul lebih banyak berasal dari kepemimpinan, bukan karakter institusi.
4. Mengapa memakai Mixed Method Sequential Exploratory?
Jawaban
Karena No Box Leadership merupakan konsep baru.
Jika langsung diuji kuantitatif, maka indikatornya belum tentu sesuai konteks Indonesia.
Oleh karena itu saya melakukan:
Tahap pertama
- eksplorasi kualitatif
- membangun konstruk
Tahap kedua
- menguji konstruk tersebut secara statistik
Pendekatan ini menghasilkan model yang bukan hanya valid secara teori tetapi juga lahir dari praktik nyata PTS.
5. Apa perbedaan Out of The Box dengan No Box?
Jawaban
Out of the Box masih mengakui adanya kotak.
No Box menghilangkan kotaknya.
Contoh sederhana.
Netflix tidak memperbaiki rental DVD.
Netflix menghilangkan bisnis rental.
Gojek tidak memperbaiki ojek pangkalan.
Gojek mengubah seluruh ekosistem transportasi.
Itulah filosofi No Box Leadership.
6. Mengapa memasukkan Spirituality?
Jawaban
Karena banyak penelitian membuktikan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup.
Dalam dunia pendidikan tinggi diperlukan:
- integritas
- moral
- makna
- keberlanjutan
Spirituality menjadi fondasi agar inovasi tidak kehilangan etika.
7. Apakah No Box Leadership hanya cocok untuk kampus Islam?
Jawaban
Tidak.
Spirituality yang saya gunakan bukan identik dengan agama tertentu.
Yang dimaksud adalah:
- meaning
- value
- purpose
- ethical leadership
Sehingga konsep ini dapat diterapkan di semua organisasi.
8. Mengapa memakai WICS?
Jawaban
Karena WICS dari Sternberg merupakan teori yang paling komprehensif.
Namun saya mengembangkan WICS menjadi model kepemimpinan organisasi.
Jadi bukan sekadar kemampuan individu.
9. Mengapa Wisdom ditempatkan sebagai dimensi pertama?
Jawaban
Karena kecerdasan tanpa kebijaksanaan dapat menghasilkan keputusan yang salah.
Knowledge menjawab "bagaimana".
Wisdom menjawab "mengapa."
Seorang pemimpin boleh pintar.
Tetapi yang dibutuhkan organisasi adalah pemimpin yang bijaksana.
10. Mengapa Creativity lebih penting dibanding IQ?
Jawaban
Karena tantangan era VUCA tidak memiliki jawaban baku.
Organisasi membutuhkan solusi baru.
Pemimpin kreatif mampu melihat peluang ketika orang lain hanya melihat masalah.
11. Mengapa Budaya Organisasi dijadikan moderator?
Jawaban
Karena budaya dapat memperkuat maupun memperlemah pengaruh kepemimpinan.
Pemimpin hebat sekalipun akan sulit berhasil apabila budaya organisasinya toksik.
12. Mengapa Sistem Organisasi dijadikan mediator?
Jawaban
Karena kepemimpinan tidak bekerja secara langsung.
Pemimpin mengubah sistem.
Sistem kemudian mengubah kinerja.
Oleh karena itu sistem organisasi merupakan mekanisme penghubung.
13. Bagaimana menjamin validitas konsep baru?
Jawaban
Melalui beberapa tahapan.
- eksplorasi kualitatif
- expert judgement
- uji validitas konstruk
- uji reliabilitas
- SEM
Dengan demikian model tidak hanya konseptual tetapi juga empiris.
14. Mengapa penelitian Saudara penting?
Jawaban
Karena sebagian besar PTS menghadapi masalah yang sama.
- daya saing
- transformasi digital
- keterbatasan sumber daya
- birokrasi
No Box Leadership menawarkan paradigma baru untuk menjawab persoalan tersebut.
15. Apa kontribusi praktis penelitian?
Jawaban
Penelitian ini menghasilkan blueprint implementasi kepemimpinan bagi PTS.
Bukan hanya teori.
Tetapi panduan implementasi.
16. Apa kelemahan penelitian Saudara?
Jawaban
Penelitian masih terbatas pada tiga PTS di Tangerang Selatan.
Oleh karena itu generalisasi nasional perlu penelitian lanjutan.
Saya justru melihat ini sebagai peluang pengembangan teori.
17. Bagaimana jika hasil penelitian berbeda pada kampus negeri?
Jawaban
Sangat mungkin berbeda.
Karena struktur birokrasi PTN lebih kompleks.
Namun prinsip WICS tetap relevan.
Yang berubah adalah mekanisme implementasinya.
18. Mengapa memilih kinerja organisasi sebagai variabel dependen?
Jawaban
Karena tujuan akhir kepemimpinan adalah menciptakan organisasi yang berkinerja tinggi.
Jika kepemimpinan tidak meningkatkan kinerja, maka efektivitasnya perlu dipertanyakan.
19. Jika Saudara menjadi Rektor UNPAM, apa implementasi pertama No Box Leadership?
Jawaban
Saya akan memulai dari perubahan mindset menjadi soulset.
Kemudian membangun budaya inovasi.
Menyederhanakan birokrasi.
Memberikan ruang eksperimen bagi dosen.
Mengembangkan kolaborasi lintas disiplin.
Baru setelah itu melakukan transformasi digital.
Karena teknologi tanpa perubahan budaya tidak akan menghasilkan transformasi.
20. Dalam satu kalimat, apa inti disertasi Saudara?
Jawaban (yang biasanya membuat penguji terkesan)
"Disertasi ini membuktikan bahwa keberhasilan Perguruan Tinggi Swasta tidak lagi ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan pemimpinnya untuk melampaui batas-batas cara berpikir konvensional melalui No Box Leadership yang mengintegrasikan Wisdom, Intelligence, Creativity, dan Spirituality sehingga mampu mentransformasi sistem organisasi dan meningkatkan kinerja institusi secara berkelanjutan."
Kalimat penutup ini merangkum secara utuh kontribusi ilmiah, kebaruan, dan relevansi praktis disertasi Anda, sekaligus menunjukkan posisi No Box Leadership sebagai paradigma kepemimpinan yang menjawab tantangan PTS di era disrupsi.

