Tangerang Selatan, September 2026 — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni,SE,MM,MA melakukan kunjungan ke PKBM Rumah Kesadaran – Naqoy School Indonesia. Deden Deni tercatat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan pada September 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan nonformal dalam memberikan akses pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat, khususnya melalui program pendidikan kesetaraan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran PKBM Rumah Kesadaran memperkenalkan berbagai program pendidikan dan pembinaan yang dikembangkan melalui Naqoy School Indonesia, dengan semangat mencetak peserta didik yang tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan kesetaraan, tetapi juga memiliki karakter, kemandirian, kepercayaan diri, keterampilan hidup, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
PKBM Rumah Kesadaran membawa konsep pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dengan pendidikan karakter, pengembangan soft skill, leadership, public speaking, entrepreneurship, serta pembinaan kesadaran diri.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diarahkan untuk mengenali potensi dirinya dan memiliki keberanian untuk menentukan masa depan yang lebih baik.
Semangat yang terus dikembangkan adalah:
“Mencetak peserta didik di atas rata-rata.”
Makna di atas rata-rata bukan semata-mata mengenai pencapaian akademik, tetapi bagaimana peserta didik mampu memiliki sikap positif, integritas, keterampilan, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Keberadaan PKBM memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan perluasan akses belajar masyarakat. Dalam kebijakan pendidikan Kota Tangerang Selatan, layanan pendidikan kesetaraan juga termasuk dalam lingkup layanan yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Karena itu, kunjungan ini diharapkan semakin membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan nonformal, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi tenaga pendidik, serta pendampingan bagi anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan alternatif layanan pendidikan. Bagi PKBM Rumah Kesadaran, pendidikan kesetaraan tidak boleh dipandang sebagai pilihan kelas dua. Setiap peserta didik memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan belajar, bertumbuh, menemukan potensinya, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
PKBM Rumah Kesadaran juga terus mendorong agar proses pendidikan terhubung dengan pemberdayaan. Peserta didik tidak hanya dipersiapkan untuk lulus, tetapi juga diarahkan memiliki life skill dan kesiapan melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha menurut Dr.Dewi Umronih Yusuf,M.Pd sebagai Kepala Sekolah Naqoy School.
Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tersebut. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, masyarakat, serta orang tua diharapkan dapat memperluas peluang bagi peserta didik untuk berkembang secara optimal,
Kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan ini sekaligus menjadi energi positif bagi keluarga besar PKBM Rumah Kesadaran – Naqoy School Indonesia untuk terus meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Melalui semangat “Empowering People to Be Transhuman”, Naqoy School Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi mendorong transformasi pribadi peserta didik. Harapannya, dari PKBM Rumah Kesadaran akan lahir generasi yang sadar akan potensi dirinya, berkarakter, mandiri, memiliki kompetensi, dan siap memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, juga berkesempatan bertemu dan berdialog langsung dengan peserta didik PKBM Rumah Kesadaran yang memiliki latar belakang kehidupan beragam. Di antara mereka ada yang sehari-hari bekerja sebagai buruh atau pekerja kasar, pengemudi ojek online, pekerja informal, serta anak-anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pendidikan. Pertemuan ini menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan kesetaraan membuka kesempatan bagi siapa pun untuk tetap belajar, melanjutkan pendidikan, dan membangun masa depan yang lebih baik tanpa dibatasi oleh latar belakang ekonomi maupun pekerjaan.
“Setiap anak berhak memiliki kesempatan kedua untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan. Pendidikan bukan hanya tentang lulus, tetapi tentang menjadikan manusia semakin sadar, berdaya, dan bermanfaat.”