Persahabatan yang tumbuh sejak masa kuliah memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan para alumni. Setelah menempuh beragam perjalanan, kesempatan berkumpul kembali menjadi pengingat akan pengalaman belajar, perjuangan, dan nilai kebersamaan yang dahulu dibangun.
Maulid Nabi sebagai Momentum Menebarkan Kebaikan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. mengajak umat Islam untuk mendekatkan keteladanan Rasulullah dengan kehidupan sehari-hari. Kasih sayang, kejujuran, amanah, dan kepedulian menjadi nilai yang perlu terus diwujudkan dalam hubungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.
Melalui rangkaian santunan, kegiatan IKAL UIN Jakarta ’97 menghadirkan ruang untuk berbagi. Kebersamaan alumni pun terhubung dengan semangat pengabdian: menjaga hubungan baik sekaligus mengambil bagian dalam membantu sesama.
Bagi alumni PAI, nilai tersebut memiliki kedekatan dengan pendidikan yang pernah ditempuh. Pembelajaran agama terus menemukan ruang penerapannya melalui sikap, keteladanan, dan tindakan yang bermanfaat.
Kehadiran Ketua IKAL UIN Pusat
Acara ini turut dihadiri Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., selaku Ketua IKAL UIN Pusat, yang memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya melengkapi momentum pertemuan keluarga besar alumni dalam peringatan Maulid Nabi dan santunan.
Adapun IKAL UIN Jakarta ’97 diketuai oleh Hena Rustiana, S.Psi., CFP. Melalui wadah alumni, hubungan antarsahabat dapat terus dirawat dan dikembangkan menjadi kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, serta melaksanakan kegiatan sosial bersama.
Ikatan alumni memiliki arti yang terus bertumbuh seiring waktu. Di dalamnya terdapat ruang untuk saling mendukung, bertukar pengalaman, dan menjaga semangat kontribusi di tengah beragam peran yang dijalani.
Merawat Persahabatan, Melanjutkan Pengabdian
Kebersamaan Dr. Dewi Naqoy, Siti Nurjanah, Nur Shobah, dan Nurseha menjadi bagian dari cerita persaudaraan PAI ’97 yang terus berlanjut. Pertemuan ini mengingatkan bahwa hubungan yang baik memerlukan kesediaan untuk hadir, menyapa, dan meluangkan waktu.
Ungkapan “PAI ’97 UIN Jakarta memang keren” mencerminkan kebanggaan terhadap persahabatan yang tetap terjaga. Kebanggaan tersebut semakin bermakna ketika diwujudkan melalui kepedulian dan kegiatan yang membawa manfaat.
Semoga peringatan Maulid Nabi dan santunan IKAL UIN Jakarta ’97 semakin mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat berbagi. Dari pertemuan para sahabat, diharapkan lahir langkah-langkah kebaikan yang berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat.
PAI ’97 UIN Jakarta: merawat persaudaraan, mengamalkan ilmu, dan melanjutkan pengabdian.


