Post Page Advertisement [Top]

ArtikelHeaderNaqoy

Naqoy School of Public Speaking Ajak Santri An-Naqoyah Berani Menyampaikan Gagasan




Naqoy School of Public Speaking Ajak Santri An-Naqoyah Berani Menyampaikan Gagasan

Serpong, Tangerang Selatan — Pada Selasa malam, 3 November 2026, para santri duduk mengelilingi meja di Pondok An-Naqoyah Indonesia. Di hadapan mereka, Dr. Nanang Qosim Yusuf, yang dikenal sebagai Coach Naqoy, memegang mikrofon. Seorang peserta menyimak dengan pena di tangan dan buku catatan terbuka. Suasana belajar dalam kelompok kecil itu terekam dalam kegiatan Naqoy School of Public Speaking bertema “Fix Mindset vs Growth Mindset”.

Tema tersebut dekat dengan pengalaman santri. Ketika mendapat giliran menyampaikan kultum, misalnya, seorang santri bisa lupa kalimat pembuka yang sudah ia siapkan. Dari satu pengalaman itu, mudah muncul pikiran, “Saya memang tidak pandai berbicara.” Pola pikir bertumbuh membuka pertanyaan lain yang lebih berguna untuk latihan berikutnya, “Bagian mana yang bisa saya perbaiki?” Jika menghafal seluruh naskah membuatnya kehilangan arah, ia bisa mencoba mengingat satu pesan utama, lalu menjelaskannya dengan kata-kata sendiri.

Di lingkungan pesantren, keterampilan berbicara juga berkaitan dengan adab. Saat seorang teman berlatih, santri lain dapat belajar mendengarkan sampai selesai. Sesudahnya, mereka bisa menyebutkan bagian yang paling mudah dipahami atau mengajukan pertanyaan tentang bagian yang masih membingungkan. Dengan cara itu, pembicara mendapat masukan yang bisa langsung ia coba, dan pendengar ikut belajar menyampaikan pendapat dengan santun.

Melalui sesi Public Speaking with NAQOY yang berlangsung pukul 20.00–21.00 WIB dan dapat diikuti secara gratis oleh santri An-Naqoyah, pondok menyediakan ruang untuk melatih keberanian tersebut. Langkah pertamanya sederhana dan dekat dengan keseharian santri. Saat mendapat giliran berbicara, seorang santri dapat memulai dari satu pengalaman di pondok, menceritakan apa yang ia pelajari, lalu memberi kesempatan kepada temannya untuk menanggapi.



 

Bottom Ad [Post Page]