20 pertanyaan disertasi No Box Leadership (Coach Naqoy)
A. Pertanyaan Konseptual
1. Mengapa Bapak menciptakan konsep No Box Leadership?
Jawaban
"Konsep No Box Leadership saya kembangkan karena teori kepemimpinan yang ada umumnya masih melihat organisasi secara parsial, misalnya hanya menekankan aspek transformasional, transaksional, atau spiritual. Padahal, tantangan perguruan tinggi saat ini berada pada era disrupsi yang membutuhkan kepemimpinan yang mampu melampaui sekat birokrasi, disiplin ilmu, dan pola pikir konvensional.
Karena itu saya menawarkan No Box Leadership sebagai model kepemimpinan yang mengintegrasikan Wisdom, Intelligence, Creativity, dan Spirituality (WICS) sehingga pemimpin mampu berpikir sistemik, adaptif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai."
2. Apa kebaruan (novelty) penelitian ini?
Jawaban
"Kebaruan penelitian ini ada pada tiga aspek.
Pertama, penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan baru yaitu No Box Leadership (WICS).
Kedua, penelitian mengintegrasikan tiga pendekatan yaitu Soft Systems Methodology (SSM), SEM-PLS, dan Interpretive Structural Modeling (ISM) dalam satu kerangka penelitian.
Ketiga, penelitian menghasilkan model implementasi kelembagaan yang dapat digunakan sebagai pedoman transformasi Perguruan Tinggi Swasta."
B. Pertanyaan Metodologi
3. Mengapa menggunakan Mixed Methods?
Jawaban
"Karena penelitian ini tidak hanya ingin menguji hubungan antarvariabel secara statistik, tetapi juga memahami permasalahan organisasi secara mendalam dan menyusun model implementasinya.
SSM digunakan untuk memetakan masalah, SEM-PLS untuk menguji hubungan kausal, sedangkan ISM digunakan untuk menentukan prioritas implementasi."
4. Mengapa menggunakan SEM-PLS?
Jawaban
"SEM-PLS dipilih karena model penelitian bersifat prediktif, melibatkan konstruk laten, indikator yang cukup kompleks, serta sesuai untuk pengembangan teori."
5. Mengapa menggunakan ISM?
Jawaban
"ISM saya gunakan karena tujuan penelitian bukan hanya membuktikan hubungan statistik, tetapi juga menyusun struktur prioritas implementasi No Box Leadership.
Melalui ISM dapat diketahui faktor penggerak utama (driver power) sehingga rekomendasi implementasi menjadi lebih sistematis."
C. Pertanyaan Hasil Penelitian
6. Mengapa Budaya Organisasi tidak menjadi moderator?
Jawaban
"Hasil SEM menunjukkan nilai t-hitung hanya 0,225 sehingga tidak signifikan.
Interpretasi saya adalah No Box Leadership memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja. Efektivitas kepemimpinan tersebut tidak bergantung pada kuat atau lemahnya budaya organisasi."
7. Mengapa Sumber Daya juga tidak menjadi moderator?
Jawaban
"Sumber daya memang penting, tetapi hasil penelitian menunjukkan kualitas kepemimpinan lebih dominan dibandingkan jumlah sumber daya.
Artinya, pemimpin yang adaptif tetap mampu meningkatkan kinerja walaupun sumber daya terbatas."
8. Mengapa justru Sistem Organisasi mempunyai pengaruh terbesar?
Jawaban
"Karena kepemimpinan akan efektif apabila diterjemahkan ke dalam sistem organisasi.
No Box Leadership membentuk tata kelola, SOP, koordinasi, dan mekanisme kerja sehingga dampaknya terhadap organisasi menjadi lebih nyata."
9. Apa arti koefisien 0,829?
Jawaban
"Koefisien tersebut menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara No Box Leadership dengan Sistem Organisasi.
Artinya, peningkatan kualitas kepemimpinan akan diikuti oleh peningkatan kualitas sistem organisasi."
D. Pertanyaan Teori
10. Apa perbedaan No Box Leadership dengan Transformational Leadership?
Jawaban
"Transformational Leadership berfokus pada perubahan melalui visi, inspirasi, dan motivasi.
No Box Leadership lebih luas karena mengintegrasikan:
- Wisdom
- Intelligence
- Creativity
- Spirituality
sehingga pemimpin bukan hanya mampu menginspirasi, tetapi juga mampu memecahkan kompleksitas sistem organisasi."
11. Apa dasar teori WICS?
Jawaban
"Konsep WICS mengacu pada teori Robert Sternberg mengenai Wisdom, Intelligence, dan Creativity, kemudian saya memperkaya model tersebut dengan dimensi Spirituality agar lebih sesuai dengan konteks kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia."
E. Pertanyaan Praktis
12. Bagaimana implementasi No Box Leadership?
Jawaban
"Implementasi dilakukan melalui:
- penguatan kapasitas kepemimpinan,
- penyederhanaan birokrasi,
- transformasi digital,
- kolaborasi lintas unit,
- dan penguatan budaya inovasi."
Temuan ISM menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis No Box Model menjadi aktivitas dengan daya penggerak tertinggi dalam rencana aksi implementasi.
13. Apa manfaat penelitian ini bagi PTS?
Jawaban
"Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pimpinan PTS untuk meningkatkan tata kelola, memperkuat sistem organisasi, mempercepat digitalisasi, serta meningkatkan daya saing institusi."
F. Pertanyaan Kritis
14. Apakah penelitian ini bisa digeneralisasikan?
Jawaban
"Generalisasi dilakukan secara hati-hati karena penelitian dilakukan pada PTS di Kota Tangerang Selatan.
Namun model konseptualnya dapat diuji kembali pada wilayah dan jenis perguruan tinggi yang berbeda."
15. Apa kelemahan penelitian ini?
Jawaban
"Keterbatasan penelitian ini adalah ruang lingkup lokasi penelitian, desain potong lintang (cross-sectional), serta belum memasukkan variabel seperti kapabilitas digital, VUCA, atau resource orchestration. Hal tersebut menjadi peluang penelitian lanjutan."
16. Mengapa hanya memilih PTS Tangerang Selatan?
Jawaban
"Karena Kota Tangerang Selatan memiliki karakteristik PTS yang beragam, menghadapi persaingan tinggi, dan menjadi lokasi yang relevan untuk menguji model kepemimpinan dalam konteks transformasi organisasi."
G. Pertanyaan Kebaruan
17. Apa kontribusi ilmiah penelitian ini?
Jawaban
"Kontribusi ilmiahnya adalah memvalidasi No Box Leadership sebagai model kepemimpinan holistik, membuktikan pentingnya sistem organisasi dalam peningkatan kinerja, serta menawarkan pendekatan penelitian terpadu SSM–SEM-PLS–ISM."
18. Mengapa penelitian ini layak menjadi disertasi doktor?
Jawaban
"Karena penelitian ini tidak hanya menguji teori yang sudah ada, tetapi menghasilkan model konseptual baru, membuktikannya secara empiris, dan menyusun model implementasi yang dapat diterapkan pada pengelolaan perguruan tinggi."
H. Pertanyaan Penutup
19. Apa satu kalimat yang merangkum hasil penelitian ini?
Jawaban
"Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa No Box Leadership merupakan model kepemimpinan yang adaptif dan berbasis nilai, yang mampu meningkatkan kinerja perguruan tinggi melalui penguatan sistem organisasi dan transformasi teknologi informasi, sementara budaya organisasi dan sumber daya tidak terbukti memoderasi hubungan tersebut."
20. Jika penelitian ini dilanjutkan lima tahun lagi, apa yang akan Bapak lakukan?
Jawaban
"Saya akan melakukan penelitian longitudinal untuk melihat konsistensi dampak No Box Leadership dari waktu ke waktu, mengujinya pada berbagai jenis perguruan tinggi di Indonesia, serta menambahkan variabel seperti kecerdasan digital, VUCA, keberlanjutan organisasi, dan resource orchestration agar model semakin komprehensif."

