Post Page Advertisement [Top]

DISERTASI COACH NAQOY HASIL SEM PLS NO BOX LEADERSHIP

Tahap 1. Jelaskan Konstruk (1 menit)

"Pada sisi kiri terdapat variabel eksogen utama yaitu No Box Leadership."

No Box Leadership merupakan konstruk baru yang saya kembangkan berdasarkan sintesis teori dan hasil wawancara dengan para key informant.

Konstruk ini dibangun oleh empat dimensi utama:

  • Wisdom
  • Intelligence
  • Creativity
  • Spirituality

Seluruh indikator memiliki loading factor di atas 0,70, sehingga memenuhi validitas konvergen. Artinya, indikator-indikator tersebut mampu merepresentasikan konstruk No Box Leadership secara baik.


Tahap 2. Jelaskan Nilai R² (1 menit)

Kemudian arahkan perhatian ke angka di dalam lingkaran biru.

"Angka di dalam lingkaran merupakan nilai R² yang menunjukkan kemampuan model menjelaskan variabel endogen."

  • Sistem Organisasi = 0,687

Artinya, 68,7% variasi Sistem Organisasi dapat dijelaskan oleh No Box Leadership, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model.

  • Proses Organisasi = 0,623

Artinya, 62,3% variasi Proses Organisasi dijelaskan oleh No Box Leadership.

  • Kinerja Pengelolaan PTS = 0,836

Ini merupakan temuan yang sangat kuat.

"Sebanyak 83,6% variasi Kinerja Pengelolaan PTS dapat dijelaskan oleh kombinasi No Box Leadership, Sistem Organisasi, Proses Organisasi, Budaya Organisasi, dan Sumber Daya Organisasi."

Ini menunjukkan model memiliki daya jelas (explanatory power) yang sangat baik.


Tahap 3. Jelaskan Jalur Pengaruh (1,5 menit)

Sekarang jelaskan panah-panah utama.

Pertama

No Box Leadership → Sistem Organisasi

Koefisien = 0,829

Artinya:

"Semakin baik penerapan No Box Leadership, semakin baik pula Sistem Organisasi."

Ini merupakan hubungan paling kuat dalam model.


Kedua

No Box Leadership → Proses Organisasi

Koefisien = 0,789

Artinya:

No Box Leadership mampu memperbaiki:

  • proses kerja,
  • koordinasi,
  • inovasi,
  • dan efektivitas organisasi.

Ketiga

Sistem Organisasi → Kinerja

Koefisien = 0,399

Artinya,

Sistem organisasi yang baik akan meningkatkan kinerja pengelolaan perguruan tinggi.


Keempat

Proses Organisasi → Kinerja

Koefisien = 0,284

Artinya,

Perbaikan proses organisasi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja.


Kelima

No Box Leadership → Kinerja

Koefisien = −0,075

Hubungan ini tidak signifikan.

Di sinilah biasanya penguji mulai bertanya.

Jangan takut.

Justru inilah temuan ilmiah penelitian Anda.

Sampaikan:

"Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak meningkatkan kinerja secara langsung, tetapi melalui transformasi Sistem Organisasi dan Proses Organisasi."

Kalimat ini menunjukkan Anda memahami konsep mediasi.


Tahap 4. Jelaskan Moderasi (45 detik)

Kemudian arahkan ke bawah.

Budaya Organisasi

dan

Sumber Daya Organisasi.

Hasil menunjukkan keduanya tidak signifikan sebagai moderator.

Artinya,

baik budaya organisasi maupun sumber daya organisasi tidak memperkuat hubungan No Box Leadership terhadap kinerja.

Ini berarti keberhasilan No Box Leadership lebih ditentukan oleh kemampuan pemimpin membangun sistem organisasi daripada kondisi budaya atau besarnya sumber daya.


Tahap 5. Goodness of Fit (30 detik)

Kemudian tunjuk tabel kanan.

"Selanjutnya, hasil Goodness of Fit menunjukkan seluruh indeks berada pada kategori good fit. Dengan demikian model struktural yang dibangun telah memenuhi kriteria kelayakan dan dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antarvariabel dalam penelitian ini."


Penutup (Kalimat yang Mengesankan)

"Berdasarkan hasil SEM-PLS ini dapat disimpulkan bahwa No Box Leadership bukanlah kepemimpinan yang secara langsung meningkatkan kinerja. Sebaliknya, No Box Leadership bekerja dengan cara mentransformasi Sistem Organisasi dan Proses Organisasi. Kedua variabel tersebut kemudian menjadi mekanisme utama yang menghasilkan peningkatan Kinerja Pengelolaan Perguruan Tinggi Swasta. Dengan demikian, kontribusi utama penelitian ini adalah membuktikan bahwa transformasi organisasi merupakan jembatan antara kepemimpinan dan kinerja."


Jika Penguji Bertanya

"Mengapa No Box Leadership tidak signifikan terhadap kinerja?"

Jawab:

"Karena kepemimpinan pada hakikatnya tidak menghasilkan kinerja secara instan. Pemimpin terlebih dahulu membangun sistem, memperbaiki proses, dan menciptakan tata kelola organisasi yang efektif. Setelah sistem berubah, barulah perubahan tersebut tercermin pada peningkatan kinerja. Oleh karena itu, hubungan langsung menjadi tidak signifikan, sedangkan hubungan tidak langsung melalui Sistem Organisasi dan Proses Organisasi menjadi signifikan."

Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda memahami mekanisme kausal dalam model SEM, bukan sekadar hasil statistik.

 



 

Bottom Ad [Post Page]